Sharing

2 tipe orang dalam memotivasi



Pada dasarnya, ada 2 tipe orang dalam hal motivasi.

1. Orang yang punya ambisi besar, semangat yang berkobar untuk meraih sesuatu yang dia inginkan
2. Orang yang merasa tercukupi, selalu bersyukur, merasa “kerja apapun yang penting bisa makan dan tidur enak”. Saking bersyukurnya dia ga terlalu butuh untuk punya mimpi dan ambisi. Kalau yang sekolah biasanya “yang penting lulus”
Gaada salahnya untuk jadi nomor satu atau dua. Tapi harus tau bahwa dua-duanya juga punya kelebihan dan kekurangan. Disclaimer: ga semua orang harus punya kekurangan yang kubilang disini.
1. Orang yang bersemangat
Kelebihan:
– Punya potensi untuk menggapai yang dia inginkan
– Punya pendirian yang baik
– Bisa mempengaruhi orang lain dengan semangatnya
– Bisa bermanfaat untuk orang lain, melalui motivasi, atau ilmu-ilmu yang dia punya lalu diajarkan ke orang lain
.
Kekurangan:
– Walau punya ambisi dan keinginan, belum tentu hal itu baik dan bermanfaat. Misalnya, ingin jadi terkenal. Tapi cara yang dia ambil salah, malah dengan melakukan hal-hal buruk dan gak bermanfaat. Jadi, kalau punya keinginan atau mimpi, harus yang bermanfaat ya!
– Orang seperti ini rawan untuk terlalu fokus ke dunia, dan meninggalkan akhiratnya (bagi yang islam)
– Ujiannya berat. Banyak hal yang harus dilewati dan dilawan selama menggapai keinginannya. Misalnya, melawan rasa malas, melawan ketidakfokusan.
Well, kekurangan-kekurangan diatas bisa diatasi sama orang yang sadar.
.
2. Orang yang merasa tercukupi
Kelebihan:
– Punya nilai plus karena selalu bersyukur
– Tidak rakus akan kekayaan dunia
– Karena ia merasa kebutuhan dunia tercukupi, maka ia punya peluang lebih besar untuk fokus ke akhirat
.
Kekurangan:
– Rawan tergerus dengan kemajuan dunia dan teknologi
– Orang seperti ini biasanya karena saking bersyukurnya, ia hanya melakukan hal yang harus dilakukan di pekerjaannya. Cenderung tidak ada niatan untuk belajar hal-hal yang baru diluar pekerjaannya.
– Hidup terlalu monoton/biasa. Yang dilakukan hanya bangun-kerja-selesai-tidur. Begitu juga orang yang kuliah atau sekolah. Pemikirannya cuma “yang penting absensi dan tugas selesai”, kayak gaada tantangan lainnya gitu.
.
Ohiya, aku menyimpulkan kayak gini berdasarkan banyaknya orang-orang yang aku lihat. Mereka cenderung punya kelakuan seperti diatas. Satu lagi, kekurangan diatas tergantung sama sifat orangnya juga, jadi ga pasti punya kekurangan itu (tapi kebanyakan, iya)
“bang kok lo ga mikirin yang pengangguran/gak bisa kerja sih?”
Walau mereka gabisa kerja, setidaknya mereka adalah salah satu tipe diatas. Penyebab mereka pengangguran biasanya kan memang dari mereka sendiri. Antara waktu sekolah cuma ga bener belajarnya, atau emang gak punya impian yang bikin mereka ingin belajar. Masalah ini terlalu panjang, jadi nanti ku bikin di lain thread.
Aku pribadi sih yang nomor satu. Alhamdulillah sadar akan kekurangan dan mencoba memperbaiki. Kalau kalian yang mana?
Baca Juga  Tips Belajar Efektif Menghadapi SBMPTN 2021