rafiqadha Penulis Yang menginpirasi yaitu rafiqadha. merupakan seorang penulis serta seorang Digital Marketing di BeauCo

Menikah Butuh Ilmu Bukan Butuh Nafsu

2 min read

Menikah Calonsiswa.com


Ketika saya masih kuliah, saya tertarik dengan ilmu parenting. Itulah kenapa saya sudah punya 5000an follower emak emak saat itu. Karena selain saya bisnis, saya sering nulis status tentang cinta dan parenting.

Menikah bukan ajang balapan siapa yang lebih cepat dalam menikah.
Menikah itu butuh ilmu. Belajarnya memerlukan waktu seumur hidup.
Walaupun saya dan suami sudah saling mengenal satu sama lain sejak kami duduk di bangku sekolah. Tapi sampai hari ini kami masih saling memahami satu sama lain.
Untuk menyamakan visi misi dalam keluarga kami tidaklah mudah. Kami bener bener belajar untuk saling mengalah, saling memaapkan hingga tercipta komunikasi yang baik.
Jaman sekarang, sejak era media sosial meraja lela, terutama instagram, kita akan disuguhi dengan pemandangan yg luar biasa antara suami istri.
Foto bareng, travelling bareng, makan bareng, yang mana fotonya selalu nampak indah, bersenang senang, romantis dan bikin iri!
Anak anak jaman now akhirnya menetapkan seperti apa relationship goalnya.
Ditambah lagi yang diikuti oleh mereka hanya kajian Indahnya Pernikahan. Tanpa belajar kajian setelah pernikahan, kajian parenting, dll.
Ternyata setelah menikah, kita menemukan bahwa pasangan kita banyak kekurangan, tak seindah pasangan pasangan selebgram. Akhirnya syok karena kaget. Banyak kekurangan, banyak aib.
Istri stress, suaminya pun stress. Pada akhirnya saling kecewa. Karena sibuk persiapan dzohir, lupa persiapan bathin.
Suami tidak romantis, kecewa. Suami tidak mengucapkan i love you, dianggap tak cinta.
Lalu kita sibuk membandingkan suami kita dengan suami suami yang lain yang ada di sosial media. Akhirnya, karena terlalu banyak kecewa berujung pada perceraian.
Menikah bukan sebatas bersenang senang bersama, upload foto bersama, ataupun romantis romantisan bersama di media sosial.
Pernikahan itu sekolah kehidupan. Kisah bahagia kita tak bisa diukur dari foto foto kebersamaan yang ada di sosial media.
Menikah tak hanya bicara tentang yang indahnya. Tapi juga yang susahnya.
Tak hanya berkisah tentang pelangi. Tapi juga hujan badai yang mungkin terjadi.
Menikah itu tak hanya bicara tentang tanggung jawab suami dan istri. Tapi bagaimana cara menyatukan dua bani. Menyenangkan yang sana. Tapi juga bisa memaklumkan yang sini.
Itulah kenapa pernikahan, sebenarnya adalah sekolah yang paling lengkap dan paling tinggi dalam kehidupan.
Ada ilmu komunikasi yg harus dipelajari. Ilmu keuangan yg harus dikuasai. Kepemimpinan, manajemen, parenting, agama, sosial dan banyak lagi. Ilmu sabar wajib dimiliki. Ilmu ikhlas apalagi.
Dan itu butuh waktu.
Dibutuhkan keseriusan dalam sama-sama mengingatkan. Bahwa bila diawal pernikahan ada keributan. Salah satu harus segera bisa berkata,
“Kita tengah belajar.. Dan jadikan ini sebagai pelajaran..”
Jangan menunggu adanya pertengkaran baru kemudian ada pembahasan..
Bahas dulu banyak hal sebelum kejadian.
Jangan hanya bicara bab kasur, dapur atau sumur.. Tapi juga bicara bab bagaimana masing-masing memperbesar rasa syukur..
Persiapkan diri jika belum mengalami..
Dan segera berbenah jika sudah terjadi..
Karena masalah terbesarnya bukan pada ketidakcocokan, tapi pada keengganan untuk sama-sama mengakui..
Bahwa memang dirinya masing-masing yg belum mengerti ilmu menahan diri..
Asalkan suami besar sabarnya..
Dan istri besar bersyukurnya.. Insyaallah.. Kebahagiaan akan segera mewujud dalam rumah tangga..
InsyaAllah..
Bagi kami, ada hal yang lebih kami sukai sekedar beromantis ria. Kami lebih suka berdiskusi bareng membahas masa depan. Tentang visi misi keluarga kami, tentang mendidik anak anak kami, tentang bisnis kami, dll.
Apalagi masing masing dari kami punya tanggung jawab yang luar biasa dari Allah Swt. Tanggung jawab suami sebagai imam, tanggung jawab istri sebagai al ummu madrasatul uula.
Menikah adalah ibadah yang panjang. Sudah siapkah ilmu kita?
Jika kita sudah mempersiapkan ilmu tersebut, inshaAllah kita akan tetap tersenyum ketika badai hebat sedang berlangsung.
Semangat para istri, bantu suami kita berlayar mengarungi lautan kehidupan, hingga nanti bisa sampai ke jannahNya.
InshaAllah sehidup sesurga.

Baca Juga  𝗣𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝗖𝗶𝗿𝗰𝗹𝗲 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗿𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗿𝗶𝗺𝘂
rafiqadha
rafiqadha Penulis Yang menginpirasi yaitu rafiqadha. merupakan seorang penulis serta seorang Digital Marketing di BeauCo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *