Sejarah Perang Gerilya
Sejarah

Sejarah Perang Gerilya Yang Wajib Diketahui ! Ada 10

Sejarah Perang Gerilya Yang Wajib Diketahui

Sejarah Perang Gerilya – Irregular warfare atau yang dikenal dengan perang irregular adalah perang yang dilakukan tidak seperi lazimnya perang yang mempertemukan dua pasukan didalam medan perang.

Akan tetapi mengacu kepada tulisan Jendral Abdul Haris Nasution dalam “Pokok Pokok Gerilya”, “perang dewasa ini, bergolak sekaligus di sektor militer, politik, psikologis, dan social ekonomi.”

Sejarah Perang Gerilya
Sejarah Perang Gerilya

Dari hal tersebut maka timbul lah konsep perang semesta atau perang total. Dinamakan perang semesta atau perang total, karena perang tersebut telah mengaktifkan seluruh komponen dan elemen bangsa untuk mengadakan peperangan. Adapun irregular warfare yang akan menjadi bahasan dalam jurnal kali ini berkaitan dengan gerilya.

Perang gerilya adalah perang yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan cara tidak lazim dan bertujuan untuk mencapai kepentingan politik, ideology, dan ekonomi. A.H Nasution dalam bukunya yang berjudul Pokok Pokok Gerilya telah banyak memberikan penjelasan yang detail mengenai Sejarah Perang Gerilya.

Adapun aspek aspek perang yang mendapat perhatian penting dalam perang gerilya dan merupakan komponen dalam membentuk perang total tersebut adalah sebagai berikut : Perang psikologis, yaitu situasi dan kondisi perang dimana salah satu pihak berusaha untuk melemahkan bahkan berusaha untuk meruntuhkan moril lawan sebelum perang sesungguhnya dimulai, sedang di lain pihak berusaha memperkuat dan memperteguh semangat rakyatnya sendiri.

Selanjutnya adalah perang politik, yaitu perang yang berusaha untuk mengurangi jumlah sekutu dari pihak musuh dan dan memperbanyak musuh musuhnya, dan berbuat sebaliknya untuk diri sendiri. Selanjutnya adalah perang ekonomi yang berusaha menghancurkan alat alat dan sumber produksi musuh agar kekuatan mereka menjadi berkurang, dan sembari menghancurkankan produksi lawan maka harus berusaha memperbaiki ekonomi diri sendiri.

Pada dewasa ini, Sejarah Perang Gerilya tidak lagi di dominasi oleh ilmu perang yang khusus berkaitan dengan strategi, taktik, dan logistiknya saja, melainkan melibatkan pula apek politik militer, politik, psikologis, dan social ekonomi. Perang bukan lagi menjadi dominasi militer belaka akan tetapi juga politik dan ekonomi.

Baca Juga  ?????????? ?????? ????? ???????????? ??????
Sejarah Perang Gerilya

Pimpinan perang bukan lagi yang ada di medan militer saja, akan tetapi medan medan seluruh aspek kehidupan. Syarat syaratnya tidak lagi tentang pemahaman di dunia kemiliteran, akan tetapi juga pengetahuan yang baik di bidang politik, militer, dan ekonomi. 

Kembali ke perang gerilya, menurut A.H Nasution dalam buku Pokok Pokok Gerilyanya adalah perang yang terjadi antara sikecil yang lemah melawan sibesar yang kuat. Jika suatu Negara diseerang oleh pihak luar, maka keharusan Negara yang diserang adalah membela diri dari serangan tersebut.

Membela diri bukan berarti hanya menangkis saja, atau menghindar dari pukulan musuh, karena hal tersebut tidak akan mengurangi kekuatan musuh. Membela diri itu berarti harus bisa menghentikan ancaman dan pukulan musuh selanjutnya.

Sejarah Perang Gerilya
Sejarah Perang Gerilya

Perang gerilya terjadi karena salah satu dari kekuatan yang berkonflik atau berperang dan biasanya yang bergerilya adalah pihak yang terserang berada dalam keadaan pincang.

Jika kekuatan aggressor dengan yang diserang setara, maka kemungkinan terjadinya perang gerilya sangat kecil, karena lebih memilih perang dengan cara biasa. Dalam perang gerilya, pada umumnya pihak penyerang memiliki berada di posisi yang lebih baik dalam hal persiapan, sehingga mereka dapat menyerang dengan kekuatan yang lebih besar.

Sedangkan yang terserang melakukan perang gerilya dengan menahan lawan selama mungkin dan mundur secara bertahap untuk menyusun kekuatan menyerang. Setelah kekuatan yang terkumpul dirasa cukup, maka pihak yang bergerilya bisa mengubah arah perlewanan mereka yang defensif menjadi ofensif demi memukul atau bahkan mementahkankan serangan yang dibangun oleh agressor.

Sejarah Perang Gerilya
Sejarah Perang Gerilya

Dalam contoh contoh sejarah perang Gerilya masa lalu, Jepang pernah menyerang Amerika Serikat dengan meluluh lantakkan Pearl Harbournya dan Jepang berhasil memukul mundur Amerika Serikat, akan tetapi Amerika Serikat juga berusaha mengumpulkan kekuatan dan tenaga mereka sehingga bisa menyerang balik dan berhasil mengusir Jepang dari Amerika Serikat tanpa syarat.

Baca Juga  Sejarah Singkat Kemerdekaan Indonesia di 2021

Hal yang sama juga terjadi ketika Jerman menginvasi Rusia. Pada awal awalnya Jerman berhasil memukul mundur tentara merah. Tentara Rusia yang terpukul mundur secepatnya mengumpulkan kekuatan yang akhirnya mampu memberikan serangan balik kepada Jerman dan pada akhirnya Rusia lah yang berhasil merebut Berlin dari tangan Jerman.

Sedangkan Sejarah Perang Gerilya yang terjadi di Indonesia melawan agresi militer Belanda dalam rentang tahun 1947-1949-an memiliki kejadian yang sama dengan apa yang telah terjadi di Amerika Serikat dan Rusia.

Dalam tempo yang singkat Belanda merebut kota penting dan jalan jalan utama di pulau Jawa. Otomatis serangan tersebut memukul mundur tentara tentara Republik Indonesia. Akan tetapi, ending dari agresi Belanda tidak sama dengan apa yang telah terjadi pada Amerika Serikat dan Rusia. Pada saat itu, perang Gerilya yang dilancarkan oleh pasukan Indonesia tidak berfungsi sebagaimana yang dicontohkan oleh dua Negara tadi, melainkan berfungsi untuk membuat Belanda jenuh dan bosan dengan perlawanan yang tiada akhir.

Selain itu, Indonesia melalui diplomat diplomatnya berhasil memenangkan perang politik di luar negeri sehingga dunia Internasional mengecam dan menekan Belanda untuk menghentikan agresi militernya terhadap Indonesia.

Perang Gerilya yang dilakukan Indonesia menunjukkan fungsi lainnya yaitu untuk membuat pihak lawan jenuh, frustasi, dan tidak berhasrat untuk melanjutkan peperangan. Perang gerilya Indonesia saat melawan aggressor Belanda menekankan defensive Perang gerilya yang sifatnya hanya menahan serangan musuh.

Dalam bukunya, A.H Nasution (1984) , memberikan penjelasan bagaimana caranya agar perang Gerilya berhasil merebut kepentingannya dari pihak musuh. Pertama adalah aspek waktu, aspek tersebut merupakan aspek yang sangat penting bagi gerilyawan.

Mereka membutuhkan waktu untuk menyusun kekuatan reguler mereka demi melawan aggressor. Aspek kedua adalah ruang. ruang yang dimaksudkan oleh Nasution adalah medan perang. Pengeksploitasiaan hebat medan perang yang membatasi manuver kekuatan musuh merupakan jalan yang bagi gerilyawan untuk menutup kerugian dari kelemahan mereka yang berupa teknologi, organisasi, dan jumlah anggota. Mereka seringkali menggunakan kesulitan medan wilayah untuk penerapan taktik, sering juga melawan musuh dengan memanfaatkan pegunungan, hutan, rawa, dan bahkan gurun pasir.Aspek ketiga adalah manajemen.

Baca Juga  4 Sejarah Perkembangan Nasionalisme di Afrika
Sejarah Perang Gerilya
Sejarah Perang Gerilya

Perang gerilya membutuhkan manajemen yang baik, kondisi pasukan yang dipecah pecah dalam divisi divisi dan batalyon kecil dan tersebar di beberapa daerah membutuhkan koordinasi yang jitu. Kalau perang Gerilya bergerak dengan sendiri sendiri, maka kecil kemungkinan mereka berhasil. Aspek keempat adalah ideologi.Ideologi menjadi sumber kekuatan trsendiri dalam perang gerilya.

Keadaan perang yang berat menuntut kesungguhan hati dari pasukan yang berperang, dibutuhkan keteguhan ideologi dari gerilyawan karena bukan diwajibkan Negara, akan tetapi juga karena kemauan dari diri sendiri. Seperti perang gerilya Indonesia yang menjadikan ideologi kemerdekaan sebagai ideologi mereka sebagai semanagat perjuangan. Aspek kelima adalah dukungansemua pihak terutama rakyat.

pemerintahan yang tidak didukung oleh rakyat, tidak dapat mengharapkan rakyat untuk bergerilya, jika Negara mendapatkan serangan, rakyat akan bersikap apatis dan melakukan serangan sendiri kemudian.

Kendatipun demikian Perang gerilya hanya berfungsi sebagai defensive belaka bukan sebagai penentu kemenangan. Tentara perang Gerilya hanya menjadi subperjuangan tentara regular. Kemenangan perang pada akhirnya masih ditentukan oleh tentara regular.

Contohnya seperti kemenangan tiongkok bukan diraih oleh gerilyawan nasionalis tiongkok melainkan oleh “tentara pembebasan rakyat tiongkok.” Begitu juga dengan Amerika Serikat dan Rusia tadi. Bergerilya hanya ketika mereka terpukul mundur, kemudian berusaha mengumpulkan kekuatan dan menyerang musuh seyara gerilya.

Ketika kekuatan telah terkumpul, maka tentara reguler lah yang akan maju ke medan perang yang sesungguhnya. Perang gerilya( Sejarah Perang Gerilya ) strategis hanya defensive.kemenangan perang hanya mungkin oleh ofensif yang dilakukan oleh suatu tentara yang teratur, dan tentara dengan kekuatan yang setara juga. Dan bukan berarti perang gerilya dirasa mudah, malah lebih sulit karena berlangsung dalam waktu yang lama dan dibawah tekanan psikologis yang sangat hebat. 

#Sejarah Perang Gerilya

Referensi : https://sejarahmula.blogspot.com/2018/07/sejarah-perang-gerilya.html